Wednesday, July 15, 2009

Sunday, May 17, 2009

KONSEP PENILAIAN DAN PENAFSIRAN TES
Agar penggunaan tes dapat dipertanggungjawabkan, konselor harus memahami konsep statistic dasar sehubungan dengan penafsiran dan scoring tes. Skor mentah, misalnya, tanpa informasi pembanding tidak berarti apa-apa. Klien yang mempunyai skor mentah tes intelegensi 37 dalam tes HAM-A tidak memberikan informasi apa-apa. Hasil tes klien baru berarti jika sudah dimasukkan dalam bentuk norma standar kelompok. Sesuai dengan norma HAM-A, maka hasil tes 37 berarti bahwa klien sangat cemas.
NORMA
Norma dibuat dengan menadministrasikan instrument/tes dalam kelompok standard an mereferensikan skor individu dalam distribusi skor yang didapat dari sampel yang menjadi kelompok standar. Kemudian skor individu dikonversikan dalam skor turunan yang mengindikasikan hubungan individu dengan sampel normative. Hal ini akan memberikan pengukuran perbandingan dalam kemampuan individu dalam hal yang diukur oleh instrument/tes tersebut. Rangking yang didapat orang dalam sebuah kelompok merupakan statistic normative yang paling sederhana. Penafsiran posisi rangking berdasakan pada ukuran dan komposisi kelompok dimana individu tersebut berada. Rangking digunakan secara luas, misalnya di kelas/sekolah untuk mengukur posisi murid dibandingkan dengan seluruh murid yang berada didalam kelas.
Ranking persentil lebih sering digunakan karena tidak bergantung pada kelompok pembanding seperti ranking. Skor persentil diwujudkan dalam bentuk persentil orang dalam kelompok pembanding yang berada dibawah mereka jika skor ditempatkan dalam urutan ranking. Ranking persentil dapat menunjukkan skor/ranking yang tinggi atau lebih tinggi dari 65% dari kelompok pembanding. Persentil dapat ditafsirkan sebagai ranking diluar 100% dalam kelompok pembanding. Skor lebih tinggi berarti ranking persentil lebih tinggi; dan skor lebih rendah berarti ranking persentil lebih rendah sehingga lebih rendahlah posisi individu yang mendapat skor rendah tersebut. Persentil 50 berarti individu berada dalam median atau skor tengah. Persentil 25 berarti individu berada dalam posisi seperempat bawah dalam distribusi, dan persentil 75 berarti individu berada dalam posisi seperempat atas.
Standar deviasi merupakan distribusi frekuensi yang berbentuk kurva bel, dimana nilai numeric dibagi dalam 6 bagian dengan distribusi sebagai berikut:
Skor standar berdasarkan pada standar deviasi dan rata-rata, yang didefinisikan sebagai unit SD (Standar deviasi) berada diantara skor kasar dan rata-rata. Standar skor dasar adalah Z-skor dengan satuan -2, -1.5, 0, 1.5, dan 2. Standar skor lain adalah T-skor yang banyak digunakan dalam tes kepribadian dan minat. T-skor mempunyai rata-rata 50 dan SD 10.

RELIABILITAS & RELIABILITAS
Merupakan konsep yang harus dipahami dengan baik untuk dapat mengelola dan menafsirkan tes psikologis. Instrumen atau tes yang tidak reliable/valid member informasi yang tidak tepat mengenai individu yang dikenai tes. Informasi yang keliru ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk menjadi dasar pertimbangan dalam penilaian atau pengambilan keputusan atau kesimpulan mengenai diri individu yang bersangkutan. Bahkan jika pengambilan keputusan tetap dilakukan berdasarkan informasi hasil tes yang keliru, hasilnya akan membahayakan kondisi pikologis individu yang bersangkutan.
Reliabilitas mengungkap seberapa tinggi hasil pengukuran suatu instrument/tes dapat dipercaya dalam mengukur sebuah kondisi/aspek tertentu dalam diri individu. Hal ini menuntut adanya suatu keajegan atau kestabilan hasil pengukuran sebuah aspek. Reliabilitas tinggi berarti bahwa hasil pengukuran relative sama meski dilakukan berulang-ulang.
Validitas berarti seberapa tepat dan cermat suatu instrument/tes dalam mengukur aspek yang diukur. Validitas tinggi berarti bahwa data yang didapat relevan/sesuai dengan apa yang ingin diungkap. Misalnya tes intelegensi yang valid berarti bahwa tes itu mengukur intelegensi, bukan kecemasan.