Monday, June 4, 2007

i sugempa 7 juni

resah lagi karena isu mau ada gempa? padahal rumah cuma 5km dari pantai selatan
aku lakukan tapas aja ya...
hmmm jd terbayang masa lalu
saat aku sd, menangis digendongan bapak karena habis baca masalah sakit didada dimajalah kesehatan, n sakit seperti dadaku bisa mengakibatkan kematian
hhhh anak kecil kok ya baca majalah orang besar...untung bapak menenangkanku
tidak, kamu tidak akan mati karena sakit dada, bujuk bapak

lalu smp, kata dokter yg menangani haidku yg tidak teratur dan jumlahnya buanyak,
aku endometriosis, dan ini bisa berarti aku tidak punya anak,
karena untuk ngobati bisa2 rahimku besok harus diangkat, bla bla bla
aku cemas hingga dewasa
dan menangis pada mas nur, bagaimana ia mau menikahiku kalau tidak punya anak?
lalu mas nur jawab, kalau aku tidak punya anak darimu, aku toh punya kamu
dan ia maksa ortunya untuk melamarku sebagai bukti kesungguhannya
meski ditentang, meski belum mapan, meski kami masih kuliah...
dan cuma kami yg tahu pasti alasan kenapa kami nikah muda ini

menikah, dan belum ada malam pertama pun aku sudah ditinggal ke lampung mas nur
sebulan kemudian, dan sekitar setahun usia pernikahan kami, aku selalu berdarah darah
sudah 3 dokter kandungan kami kunjungi, aku belum sembuh
dan komentar dokter kucala, aduh kasihan suaminya ya, pengantin baru kok sakit?
lalu berobat ke bu erma, dan aku divonis kanker kandungan
aku naik motor pulang, jalanan tertutup tirai airmataku, sampai aku binggung
aku tidak menemukan jalan pulang!
untung masih nemu jalan kerumah simbah mas nur, dan menangis binggung disana,
dan atas suruhan simbok aku diantar paklek pulang ke rumah

aku berobat, aku sembuh, aku hamil!
aku yg divonis mungkin tidak bisa hamil...
dan meski bedrest 8bulanan, lahir mutiaraku, laili cantik

kuingat lagi
setahun usia lili, aku sakit-sakitan, pinsan, dan dirawat dibethesda
uji laborat menunjukkan aku kena hepatitis c
dan konsul dengan dokter mengatakan aku harus diterapi interferon setahun, kalau tes masih positif, interferonin lagi, kalau masih positif, ya, pasrah kapan-kapan meninggal...
masih kuingat tangan dingin bagai es mencengkeram hatiku!
aku?mati saat lili masih kecil?siapa yg akan menjaganya?
lagipula, terapi 4 juta per bulan selama 2 tahun?saat kondisi keuanganku masih begini?
dan tidak ada asuransi kesehatan dari tempat ku kerja?

lalu berobat di bu erma,membuang semua obat dari dokter
sehari itu langsung muntah 125 kali diare 120 kalian minum jamu bu erma
kata-kata bu erma menguatkanku:
kamu harus sembuh!kalau kamu mati, lili bakal diurus ibu tiri,
kamu harus sembuh demi lili
dua bulan, tesku negatif!dokter juga bilang aku sudah sembuh

enam tahun berlalu, aku pendarahan 5 bulan lagi
aku berobat ke bu erma, dan aku malah hamil lagi!
saat tesis, bed rest lagi, depresi
tapi mas nur menguatkanku
aku yg dulu divonis tidak bisa hamil, punya anak 2 loh!
tapi aku takut karena dulu pernah hepatitis c
periksa ke dokter puskesmas malah diejek, lah kok setelah hamil baru periksa?
dokter gombal!
periksa ke dokter rukmono sarjito, dites
dan hasilnya adalah
: kalau melihat tes ini, ibu dulu bukan kena virus hepatitis c loh!

dan kuingat gempa di bantul
berkali-kali gempa susulan, aku langsung gendong lili, hamil 7 bulan, lari menjauhi rumah2
berdua sama lili. ditinggal suami dipinggir sawah.panas.
kupasrah.kupeluk lili.kalau sudah tidak dekat bangunan, tidak dekat pohon besar
kalau tanah merekah dan kami terperosok, yah sudah nasib
mas nur sibuk mengangkut orang-orang desa kesegala rumah sakit dibantul dan jogja

tapi alhamdulillah, kami selamat. sampai dijemput mas agus, diungsikan ke gunung
tapi kandunganku diam terus, berhari hari, telpon dokter kandungan langganan dipanti rapih
selain korban gempa tidak menerima pasien!
hmmmph..setelah agak reda kuperiksakan ke dokter kandungan dekat rumah
bayiku sungsang dan diam saja...aku menangis dikamar ana
tolong nak, tolong sehatlah
besoknya ke bu erma, dipijat, dan disuruh minta usg lagi
dan kalo perlu minta opname ke dokter panti rapih biasanya
dan didokter, alhamdulillah, bayiku sudah aktif lagi, sudah mulai ke posisi nungging lagi

lalu lili pergi ke lampung, ikut ayah, dan aku selalu cemas akan dia
aku dapat his palsu setiap hari sabtu minggu, ke rumah sakit sarjito, periksa dokter,
diperiksa jantung bayiku, oke oke saja
tapi tidak lahir lahir :(
sampai pernah aku periksa sendiri disarjito, nyaris pinsan tidak ada yg tahu
pulang naik taksi sendirian
akhirnya kupasrah, telpon minta diinduksi, tanda tangan surat rumah sakit sendiri
sehari semalam jalan bayiku lambat membuka
tengah malam diberi obat tidur supaya besok bisa istirahat n dicesar
tapi leverku sakit sekali
sampai kutakut meninggal sebelum kuat melahirkan
telpon mbah anwar minta didoakan, dan jam 2 ketubanku langsung pecah
tapi bidan dan dokter jaga tidak percaya, mengingat seharian mbukanya lambat banget
tapi ais lahir, tanpa ditunggu ayahnya, aku bertekad melahirkannya dengan normal
subuh, ia menangis keras sekali
dan saat ia lahir, aduh, ais yang muntah terus, mengejan terus, pusar berdarah
nangis terus, tidak mau lepas dari susu dan gendonganku
sampai saat kontrol dokter rukmono, dikomentari mataku hitam, kecapean?
iyalah, 2 bulan kurawat sendiri bayiku yg sakit, aku cuma tidur 30 menit, nyusui bisa 4 jam
bayi yang selamat dari gempa...
dan aku bertekad merawatnya,
dan...amboi, betapa lincahnya jelita mungilku sekarang
selalu membuat tertawa bahagia orang2 dengan tawa lebar dan keceriaannya

dan sekarang isu gempa...
ah, aku sudah divonis yang buruk,
dan tiga kali takut mati
aku cemas akan lili yang sakit demam berdarah hingga opname,
cemas akan lili disekolah saat gempa masih banyak, saat ia dalam berjalanan ke dan dari lampung
aku tidak apa yang akan terjadi, semua harus atas ijin Alloh
kalau ia mengijinkan kami hidup, kami akan hidup
andai aku dan ais meninggal, aku islam, aku beriman, aku yakin akan bertemu dengan-Nya
ais masih bayi, dan ia akan langsung ke surga
kalau mas nur meninggal, ia pria yang baik, selalu bersikap lembut dan sopan,
selalu melapangkan jalan orang lain, suka menghibur dengan leluconnya
tidak mau curang, tidak iri hati, dan beribadah secara harmoni,vertikal dan horizontal
pasti Alloh mencintainya
dan lili?ia gadis cilik yang sholehah, ia akan jadi bidadari surga-Nya, pasti
dan selama kami masih seiman dalam Islam, kami, sekarang atau nanti, dan sampai selamanya
pasti akan kembali bersama di surga
amin


No comments: